A Series of Unimportant Events

October 15, 2007

Ketika sembilan planet berjejer jadi satu – part 1

Filed under: Friends — Lyuz @ 7:25 pm

Banyak yang mempertanyakan absensi saya dari dunia penge-blog-an. Meskipun saya tergolong penulis freelance (bahasa kerennya penulis serabutan) – nulis demi menghidupi kaum papa dengan menyediakan tawa, aspirasi saya dalam menulis kisah hidup, cukup bisa dibandingkan dengan aspirasi manufacturer tahu meneruskan penghidupannya. Dari menggiling kedelai, mengaduk cairan putih kental2 itu, mendinginkannya, sampai mengolahnya jadi beberapa bentuk untuk didistribusikan kepada masyarakat seperti: tofu di supermarket, kembang tahu di perumahan, sampai tahu gejrot di kolong jembatan tomang. Analogi ini menunjukkan bahwa penulis masih eksis dalam dunia tulis menulis. tentu, karena penulis tidak ingin guru SD penulis menangis tersedu-sedu seolah perjuangan beliau selama bertahun2 mendidik penulis menggoreskan pensil membentuk huruf I-B-U menjadi sia-sia.

Sebenarnya ini adalah post terkait pada suatu kejadian di bulan agustus, di mana ada seorang oknum yang hendak berulangtahun pada saat itu. si oknum ini kita sebut saja Apong. mengapa? karena apong mudah disebut dan tidak menimbulkan asosiasi terhadap pihak manapun, tidak seperti nama mulyadi yang memiliki asosiasi terhadap sejenis serangga menjijikkan bagi kaum hawa.

Apong ini orangnya sangat amit-amit rendah hati karena meskipun sejak jauh2 hari, kami, yang beranggotakan saya, manusia boxer, dan oknum mrt (baca post jumat kliwon untuk lebih jelasnya) telah menawarkan untuk memberinya kado ulang tahun, dia menolak. dia cuma minta dibelikan satu set makan siang mewah di sebuah restoran terkemuka bilangan Raffles City. kontan saja, kami yang memuja harga murah menolaknya. meskipun dilanda kekecewaan yang mendalam, ditandai dengan madesunya tampang apong, dia tetap berusaha menunjukkan ikhtiar ceria.

Didasari keinginan luhur untuk membahagiakan sesama, terutama sesama yang dilindungi negara karena hampir punah (baca: JSL), saya mengirmkan email masal kepada beberapa pihak peduli satwa langka lainnya.

Saudara2 yang terkasih,

Menurut almanak dan kalender zaman purba, teman kita yg bernama Apong akan berulang tahun pada tanggal 31 aug ini, bertepatan dengan ultah seorang yg lain juga. Sehubungan dengan itu, dengan ini saya hendak mengetuk pintu hati saudara2 sekalian untuk turut bersama memikirkan dan memberikan sesuatu sebagai hadiah ulang tahun kepada teman kita ini. Apakah anda sekalian berminat? Dan apakah anda sekalian mengetahui orang mana lagi yg sekiranya berminat untuk turut berkontribusi dalam acara ini? Mohon kabarnya segera ya, sehingga kita bisa memikirkan dan memberikan sesuatu untuknya.

Alternatif lain, kita bisa melakukan sesuatu di acara “Gebuk Anak Segar” aka Freshmen Bash. Acara ini diadakan pada tanggal 30 Aug, jika kita masi bisa mempertahankan kesehatan mental sampai lewat jam 12, teman kita si tiko ini akan memasuki usia 19 sebagai pria jantan. Halah. Apaan sih.
So how? Ada ide? So far sih idenya memberikan polo shirt ato kemeja buat teman kita ini. Pertimbangan kasi polo adalah bajunya dia kurang variatif, sedangkan kemeja bisa guna buat FT. apa kalian ga kasian liat di lusuh gitu buat FT? although we cant help it, huhuhu…

Tolong kabari saya secepatnya ya. Karena wktuny udh tinggal dikit

Nah, sejumlah orang2 yang mereply mengindikasikan saran untuk memberi satwa ini pakaian baru didasari oleh alasan:

  1. Semua makhluk hidup butuh pakaian
  2. Apong adalah makhluk hidup
  3. Apong butuh pakaian

Maka dari itu, serombongan kaum pecinta lingkungan yg terdiri dari saya, manusia boxer, oknum MRT, dan busa (bubbles, she names herself), melangkahkan kaki menuju prapatan Bugis, bahasa gaulnya Bugis Junction, untuk mencari pembalut kulit yg cocok kira2 untuk satwa ini.

Setelah melalui eksplorasi komprehensif ke toko toko seperti Giordano, Samuel Kevin, dan Bossini, kami mulai desperate karena tidak menemukan satu helai baju pun yg kira2 bisa dia kenakan. tentu saja, baju seperti apapun tidak akan pas bila dikenakan seekor anoa atau kukang seperi apong. tapi, didorong rasa setia kawan setinggi tiang bendera, kami terus mencari.

sempat terlintas di pikiran kami untuk membelikan pakaian dalam (baca: kancut) untuk apong setelah melihat2 dept. store di bugis. tapi fakta berupa tiga dari kami adalah pria yang menganggap memilih kancut adalah tabu dan haram mencegah kami untuk membelinya. ditambah lagi kenyataan bahwa apong mungkin kurang bisa mengapresiasikan pemberian itu nantinya sebab dia tidak melihat kancut itu setiap hari, bahkan bila ia bercermin di depan wastafel setiap hari. kecuali kancut itu dia kenakan di leher seperti layaknya serbet bayi.

Anyway, setelah berunding, berargumen, bahkan berkeringat, kami semua memutuskan untuk break dari memilih kado apong dan makan dulu di sebuah warung mie ber-AC dekat sana. pada saat itu, penulis memiliki kompleksitas berupa tendensi untuk menghindari minyak dalam bentuk apapun. sebagai konsekuensinya, saya sempat mendapatkan kesulitan untuk mengomunikasikan keengganan saya pada seorang waitress dari daratan cina untuk tidak memasukkan minyak babi dalam santapan saya itu. untungnya, sebagai saudara yg terikat kontrak dalam kelas hukum bisnis, oknum mrt berbaik hati menawarkan diri menjadi penerjemah dan mengklarifikasi permintaan saya tersebut. Akan tetapi, yang namanya waiter tentu saja memiliki keterbatasan dalam mengingat jenis mie dalam mangkok. terutama bila mangkok tersebut berisi mie yang sama, hanya tanpa minyak. terjadilah kericuhan, saling menuduh satu dan yang lain dalam satu meja itu, siapakah yg mengambil mie tanpa minyak saya? hampir saja terjadi pembunuhan dengan mencolokkan sumpit ke hidung sesama bila sang koki tidak datang dan memberitahu bahwa mie di depan muka saya adalah mie tanpa minyak.

Setelah makan dan kenyang, kami meneruskan tapa. tapa di bugis junction memberi pencerahan berupa instruksi untuk membeli baju dari vendor baju bernama Bossini. sebuah polo shirt atraktif berwarna bendera belanda: biru, putih, oranye. suatu fakta menarik sehubungan dengan belanda: apong mengaku perna minum susu wanita belanda rasa pisang. berdasarkan unsur familiaritas tersebut, kami memutuskan untuk membelinya.

keesokan harinya atau entah kapan, pokoknya besok2nya, saya mengundang manusia boxer ke hostel untuk mendesain acara ulang tahun apong. mulai dari mendesain cara membuat dia hepi, mendesain packaging kado, sampai mendesain kata2 mutiara sebagai petuah untuk apong. mempertimbangkan karakteristik apong sebagai pria muda dinamis yang ramah lingkungan dan cinta uang, kami memutuskan untuk mendesain kado sebagai berikut:

Kado Apong

Bungkus koran menunjukkan ‘eco-friendliness’ kami sebagai warga dunia.
Wrapping yang rapi menunjukkan perhatian kami terhadap satwa ini.
Tulisan yang ada dimaksudkan sebagai wujud simpati terhadap kondisi mengenaskan yang menimpa Apong (fakta sebagai JSL).
Lambang negara menunjukkan cinta kami terhadap tanah air.

Semua itu mendasari kami untuk membungkus kado sedemikian adanya. untuk gambaran belakang:

Backside

Betapa baiknya kami selaku pihak penyelenggara yang telah menyediakan pilihan garansi!

Tidak lupa akan eksistensi kue, Roti Bicara menjadi pilihan yang jitu dalam penyediaan roti Just In Time.

kue1.jpg          kue2.jpg

Ucapan terima kasih spesial kepada nona dunia abu-abu yang telah membantu memotret kue ini.

Setelah kami menyiapkan kado, manusia boxer dan saya menyiapkan acara pemberian kado di sekolah dengan prosedur yang matang, yang akan dilanjutkan pada post berikutnya.

June 16, 2007

kenangan terakhir part 2`

Filed under: Hostel related — Lyuz @ 4:01 pm

Selamat malam,

Akhirnya saya kembali menulis setelah sekian lama menghilang dari dunia persilatan.

Jadi, post ini merupakan kelanjutan dari post sebelumnya mengenai smu hostel.

Ga terasa, udah bulan Juni. bulan yang penuh rahmat. eh salah, itu ramadan ya. jauh amat.. saat ini cuaca mendung, karena baru hujan deras. hujan deras yang dengan biadab membasahi diriku yang elegan ini. jadi, gw baru pulang dari McD King’s Albert Park, di mana temen LTB gw yg usianya 20 tahun merayakan ultahnya di McD..(Iya biiikkkk,,,,duapuluhtahunnnnn!!!! *Ohhhhhhh—-bagi pembaca sinema-indonesia tentu mengerti). setelah merasakan kembali menjadi anak sd dengan maen passing2 kado diiringi lagu (meski lagunya tuh sexy back, hips dont lie, tokyo drift –bukan balonku, kebunku, ato kambingku), gw pulang dengan gontai karena ngantuk. di bus gw tidur. untung malaikat gabriel masi minat berbisik di telinga gw: Lius, bangun nak, udah ampe plasa singapura. jadi gw bangun deh. satu stop lagi hotel rendevouz. eh,,dengan biadabnya, pas gw injek kaki di aspal halte. Jeder!!!! geledek nyamber dan sepersekian nanodetik kemudian, hujan deres..membasahi tengkuk gw dengan sukses.

ya udah de, gw lanjutin jalan kaki pulang dengan payung item NTUC fairprice $5.9 gw. tapi saking biadabnya itu hujan, gw mesti jalan nunduk.bukan karena malu tengkuk gw basah, tapi karena takut kelelep di jalanan yg kerendem. sampailah gw di rumah layaknya pelari maraton keliling jayapura. basah kuyup.

apakah relevansi praktikal yang bisa kita telusuri dari kisah sedih di malam minggu ini?

okeh, karena gw orang yg sangat keen dengan kesehatan gw, gw panik karena gw rada keujanan. gw kuatir gw bisa mengidap paruparu basah, stroke stadium tiga, kanker lever, dan kelainan janin. maka dari itu, gw segera mandi keramas demi mencegah penyakit laknat tersebut merasuki diri gw. setelah mandi kilat (maksudnya mandi ditemani kilatan petir dan suara guntur), gw bernafas lega, bagaikan pendaki gunung yang berhasil lepas dari saRang ular gunung. tapi hal itu tidak berlangsung lama.

untuk pertama kalinya dalam hidup gw di SMU hostel blok 85 #02-06, gw merasa rumah gw ini bagaikan barak penampungan tentara pemberontak. kenapa begitu? kalo tentara asli, mereka setidaknya masi sopan, diajarin sama pemerintah how to behave. kalo pemberontak? emaknya aja ga ngajarin gimana sopan. maksud gw, rumah gw bener2 kacau abis.

ketika gw berjalan gontai ke kulkas mau minum susu wanita belanda (dutch lady), gw melihat ruang tamu gw. o my gawd. gw jadi bisa nyanyi:

Lihat rumahku, penuh dengan sampah.
ada ricecooker, dan kompor elektrik
setiap hari, bwat masak semua
sapa yg beresin?
tak ada yg sedya!

gila coi. kalo lu liat wash basinnya, alamak. piring, gelas, sendok, garpu, sumpit, sendok semen, ember, sabun cuci piring, sabut, sekop, gunting, semua ada. sikat wc sih ga.
ga satupun mau beresin. gw juga ga sih. geli. FYI, housemate gw tinggal satu, si vietnam. masalahnya, si vietnam itu gw udah ga liat beberpa hari ini. bukannya karena gw sibuk beternak dan bertani di halaman, tapi karena mank dia ga ada. gw duga sih, dia kabur ketakutan liat kondisi dapur yg seperti itu. padahal, 95% itu karena dia! gw cuma kontribusi sampah berupa piring buat masak mie instant, sumpit dan ricecooker. udah. sisanya? dia. jeder. gimana gw mau buat rumah gw asri berseri kalo isinya gituan semua?

Untung gw di sini tinggal sebulan. afterwards, i can just hope that i be moved from this freaking unit to other one. kamar yg jauh lebih layak demi kemanusiaan. hahaha. gw bisa gila. jadi, untuk kenangan terakhir di unit #02-06, apakah yg harus gw lakukan? menambah keharaman rumah, ato malah mempercantiknya?

Powered by ScribeFire.

April 13, 2007

kenangan terakhir part 1

Filed under: Hostel related — Lyuz @ 5:10 pm

Selamat malam,

[plz recall iklan close up di mana ada junot jalan2 di pantai dan melakukan monolog-mempesona]

Setting: pantai ancol.
Background: cuaca cerah, banyak anak muda lari2an di pantai ngejar bola, beberapa cewe lalu lalang.

Scene 1: Junot menghadap kamera

“Heii,,gue jimmy. banyak kejadian ajaib yang gue alamin,,,sejak gue pake close upp..” <senyum kuda diperlihatkan>

sori.

Ini versi gw:

Setting: prinsep street, banyak pohon.
Background: kamar ukuran 1.7×3.5 meter, dilengkapi dengan konstruksi bangunan di balik jendela.

Scene 1: Lius menghadap kamera.

“Heii,,gue Lius..banyak kejadian unik yang gw alamin selama tinggal di SMU hostel ini.” <senyum mempesona diperlihatkan>

…….

……..

……..

……..

iye, iye, gua tau kaga pantes. pantesnya pake iklan royco. sayang, gw lupa dialognya.

oke, back to the story. seperti yg saya post dahulu, saya sempat ragu apakah SMU hostel adalah tempat tinggal ideal bagi pria lajang dinamis seperti saya. Dengan mobilitas yang tinggi, lokasi dekat sekolah tampak strategis dan sempurna dalam menunjang tuntutan profesi. Fasilitas? Lengkap. ada ruang tamu, ruang tidur, ruang mandi, ruang buang hajat, ruang bersama (common lounge) juga ada. dilengkapi dengan meja foosball mutakhir untuk pelepas stres, dan tipi 32 inch, SMU hostel kedengerannya merupakan tempat tinggal yang nyaman.

Kenyataanya, saya merasa cukup nyaman tinggal di sini.

selama semester ini, saya hanya pernah telat 2x kelas pagi, dibandingkan dengan semester lalu di mana saya hanya pernah tidak telat 2x kelas pagi. Sounds cool, huh? Itu belum apa2. karena letak rumah yg begitu dekat dengan skolah, saya makin merasa intim dengan library di kala ujian, di mana saya bisa pulang rumah jam 4 subuh tanpa ketakutan harus naik taksi. percayalah, naik taksi malem2 itu angker. apalagi pas liat argonya kalo notabene dua digit. seram man.

kalo makin gw inget, makin banyaklah kejadian keren yg gw alamin.

  1. pertama kali gw menjejakkan kaki di kamar.gila. debunya. ga tahann..gw langsung kerja rodi bagaikan budak persia untuk membersihkan debu yg menempel. tapi gapapa, masi inget koq gw, perasaan saat itu. pake gombal pel, dengan penuh kasih, gw usap ranjang gw. dengan penuh kehangatan, gw belai lemari gw, beres. (jangan bayangkan paris hilton mencuci mobil, meski adegannya serupa). Lalu, gw bukalah jendela supaya pasangan tidur gw itu merasakan udara segar. dan gw tinggal pegi. eeehhhhh,,,pulang2, kamar gw tambah debuan dua kali lipat. setan.
  2. Pas gw sakit. karena gw susah bergerak dan cuma bisa makan sedikit, gw pergi ke nasi goreng pengkolan untuk ta pao dua porsi nasi goreng. dengan tertatih tatih gw jalan kaki ke pengkolan. sampe rumah, ingin kusantap itu nasi goreng, tapi tiada selera. gw masukinlah itu ke kulkas.3 jam kemudian, setelah gw bangkit dari alam mimpi, gw kembali mengecek nasi goreng. Beku man. dalem ati gw, sialan. koq beku sih? lalu akal sehat gw berkata: logis lius, kan lu masukin kulkas. saat itu gw sadar betapa hebatnya otak gw bikin deduction.lalu, otak gw yg terstimulasi oleh prof wak nomaki last term bikin modus ponen super kreatif:

    If P, then Q
    P
    > Q

    If my fried rice is frozen, i cant eat that
    My fried rice is apparently frozen
    > I cannot eat that

    stimulasi berikutnya:
    If I use microwave, I can thaw the ice
    If I can thaw the ice, the fried rice is frozen no more
    If it is frozen no more, I can eat that!
    >If I use the microwave, I can eat my fried rice!

    Selamat, Lius. Elu alamat dapet nobel logika. anyway, mulailah gw taro itu nasi goreng di microwave. set biar anget dalam 10 menit. sayangnya, gw melupakan satu hal! lupa nutup itu sterofoam…

    3 mnit berlalu dan gw mendengar suara ledakan.

    DUAR!!!

    Naluri gw bilang, ahh, itu anak kampung maen petasan.

    10 menit berlalu, gw cek microwave gw.

    gue bikin tanda salib.

    nasi goreng gw meledak.
    sambelnya nyiprat2 ke seluruh pelosok microwave.
    bagaikan sidoarjo digampar lumpur panas.

    kontan perasaan gw campur aduk. satu, karena microwavenya kotor. dua, karena nasi goreng gw juga gosong, ga bisa dimakan.
    terpaksa gw discard dan angetin yg baru.

    ironis.

    tragis.

  3. My brudder in biz law, sang oknum MRT, pernah menginap beberapa hari di unit gw. dengan dudulnya kita begadang demi bikin biz law, sampe akhirnya pas dia lagi mengetik remedies di common lounge, sang gorilla penunggu hostel datang.”Ehh, are you resident here?”

    “nope”

    “then why are u here?”

    “doing my ass.” (assignment)

    “weh? do u know that this place is only for residents? you come here to free ride i call the police i tell you”

    “hey, i’m smu student also.”

    “okelah, this time i let u go. next time i go call police i tell you.”

    and so,,my brother was forced to go to GSR..

    Maap saudara2, kudu tidur dulu, nanti sya lanjutkan..

Powered by ScribeFire.

March 29, 2007

Kentutologi

Filed under: Uncategorized — Lyuz @ 2:31 pm

Selamat malam,

Disebabkan oleh suasana ujian yang makin menekan jiwa dan raga, saya blm bisa mengupdate blog tolol ini. dengan demikian, saya terpaksa memasukkan tulisan dari email yang saya dapat. semoga bisa membuat anda tertawa ato at least, senyum2 sendiri.

Ilmu tentang Kentut atau Kentutologi

Orang Politik :
Orang yang tahu kapan harus kentut dan kapan tidak boleh kentut

Orang SOPAN & JUJUR :
Orang yang kalau kentut selalu bilang : “Maaf saya mau kentut dulu”

Orang SOK BERSIH :
Orang yang kalau kentut celana dilepas dulu

Orang SOSIAL :
Orang yang selalu kipas-kipas setiap selesai kentut

Orang SOMBONG :
Orang yang suka mencium kentutnya sendiri. (Wangi kali)

Orang BANYAK AKALNYA :
Orang yang kalau kentut sambil berteriak, agar tak terdengar kentutnya

Orang BODOH :
Orang yang tidak bisa membedakan mana kentut sendiri dan mana kentut
Orang lain

Orang PELIT :
Orang yang suka ngempet / nahan kentutnya sendiri

Orang KORUP :
Kentutnya bau sekali

Orang TIDAK JUJUR :
Orang yang habis kentut terus meludah

Orang HEMAT :
Orang yang bisa mengeluarkan kentutnya sesuai kebutuhan

Orang PERCAYA DIRI :
Orang yang kalau kentut dikeras-kerasin

Orang LUGU :
Orang yang kentut malah kaget

Orang GEMAR MENABUNG :
Orang yang kalau kentut dimasukan ke kantong plastik lalu diiket erat2

Orang SADIS :
Orang yang suka kentut di depan muka Orang lain

TUKANG FITNAH :
Orang yang kalau kentut langsung menuduh Orang lain

Orang APES / SIAL :
Mau Kentut Keluar tahi .

Orang SERAKAH :
Orang yang seneng ciumin kentutnya Orang lain

Orang GENDENG :
Orang yang kalau kentut pantatnya dimasukan air, agar bunyi
blekuthuk-blekuthuk

Orang BOROS :
Orang yang kalau kentut dikeluarkan sekaligus berikut ampas-ampasnya

Orang MALES :
Orang yang kentut ga pernah tuntas

Orang MINDERAN / NGGAK PD :
Orang yang suara kentutnya kecil dan terdengar tersendat-sendat

Orang PEMBUAL :
Orang yang tidak bisa lagi dibedakan mana itu kentut atau omongannya

Orang KAYA :
Orang yang banyak kentutnya daripada kerjanya

Orang SENGSARA :
Orang yang seumur-umur hanya pingin kentut saja nggak pernah kesampaian

Orang NGGAK PUNYA KERJAAN :
Yang suka mbahas masalah kentut. Paling tidak yang baca ini ……..

Temen Amerika kentut, cukup bilang ” Excuse me”
Temen British cukup bilang ” pardon me”
Temen Singapore bilang “Sorry lah..”
Kalo Orang indonesia kentut bilangnya ” NOT ME, NOT ME..!!

Perlu diperhatikan bahwa:
- Senyum pada orang tua tanda sayang….
- Senyum pada anak-anak tanda kasih…..
- Senyum pada kekasih tanda cinta……
- Senyum pada komputer itu tanda gila….
Yang manakah anda???

powered by performancing firefox

February 10, 2007

Did you know the origin of Bencoolen?

Filed under: Uncategorized — Lyuz @ 6:42 am

Prior to Stamford Raffless’ coming to Singapore, he visited Indonesia, particularly Jayakarta (or Batavia at that time).

During his visit, he was involved in local community’s conversation in which they talked about corner lot. In Indonesian, corner lot is usually called “hook” or “Pengkolan”

Feeling inspired by this new term, Raffless brought forward this new knowledge to Singapore. As a result, when he was to name one of corner streets in Singapore, the first name popping up in his head was “Pengkolan”.

However, as an Angmor, Raffless could not easily pronounce that Malay word with ease. Consequently, he named it “Bencoolen”..

So, remember the origin of the name “Bencoolen”.

It is derived from Indonesian word “Pengkolan”.

Contributor.

powered by performancing firefox

Claypot Rice

Filed under: Friends — Lyuz @ 6:20 am

Selamat Siang.

Ya, tumben2 saya isi blog haram ini pada siang hari. Abis, mau gimana lagi. Saya lagi stuck belajar intro econs, subyek yang seharusnya mudah dimengerti dan menyenangkan (kata authornya sih gitu).

Oleh sebab itu, saya hendak membuat review masakan yang saya santap pada hari kamis malem bersama martin.

Jadi gini, pas kamis malem itu, kami para bujang ini menghadapi tuntutan alam berupa rasa lapar. Didorong keinginan luhur untuk isi perut, kami menjelajah singapura di kala malam untuk menunaikan kewajiban mulia ini.

Pergilah kami ke arah Sim Lim square untuk makan di food court. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Food Court Sim Lim udah tutup. Padahal waktu itu baru pk. 21.00 waktu singapura. tepatnya, udah banyak yg tutup.
Alhasil, pergilah kami kembali mengeksplorasi jalanan di waktu malam.

1. Tadinya kami mau mencicipi para pedagang freelance yang menjajakan “Kepiting Cabe”. Begitu melihat harganya yg notabene 2 digit, kaburlah kami ketakutan.

2. Bugis Street menjadi alternatif yg potensial. Namun, penuhnya jalanan itu menyebabkan kami mengurungkan niat. Sumpek, sesek, bunyi kantong kresek, haduh deh..batal lagi..

3. Raja Burger. Terpesona oleh stall Burger King yg terletak di depan The Bencoolen, kami udah mau makan di tempat itu. Sayangnya, jiwa nasionalis kami melarang diri mengikuti westernisasi dengan makan kentang.

4. Bagai dituntun tangan tak terlihat (invisible hand — Smith, Adam. 1776. Wealth of Nation.) kami sampai juga di Bugis Junction. Tempat pertama yg hendak dikunjungi adalah tak lain dan tak bukan…Jeng Jeng Jeng… food court. Aje gile…Masi rame ampe pk 9.25,,wow dah.

Trauma dengan mahalnya nasi campur, saya memutuskan untuk mencicipi makanan lain. Pilihan yg ada sangatlah sempit. Akhirnya, kami memutuskan untuk mencoba makanan oriental berupa “Nasi Gerabah” (Claypot Rice). Detail as follows:

Cuisine Name: Kungpao Chicken Claypot Rice

Price: SGD 4.20

Place to buy: Particularly in Bugis Junction Food Court

Portion: Quite satisfactory. Equals to construction worker’s need

Notable characteristic of this cuisine: Watch out for “Gosongan”

Accompaniment: Light soya sauce, fried onion, sliced chilies, DRINKS

Description: Being an oriental food, this claypot rice reflects a very distinctive style of cooking: SALTY… Imagine you eat a bunch of salt along with a bottle of soya sauce. That was the only thing on my mind back then.
<I need to use Indonesian after all…>

Gila, ini makanan macem apa? Rasa cuma asin sama kecap. Porsi boleh dahsyat..rasa kayak encrit. Saya rasa, ownernya telah membuat kesalahan. Ga perlu koki spesial buat masak ini benda. Cukup ongseng2 nasi, garam, kecap, micin. Letakkan nasi kocok haram ini di claypot “made in Tangerang” dan sajikan pada konsumen. Engkong2 darah tinggi yang makan ini bisa memperpendek nyawanya dan segera pindah ke rumah masa depannya di tanah kusir. aje gile asinnya..

Gosongannya belum dimention: banyak banggetz. Emang sih, resiko makan claypot rice adalah gosongan yang merajalela. Akan tetapi, banyak banget gitu.

Kuingat kamis malamku,
bersama teman kusantap nasi gerabah,
kubayangkan mendapat sedap di lidah,
tak tahunya, hanya ingin kumeludah.

Nasi gerabah,
kau memang unik dan renyah..
tapi, harus kukatakan,
“ini cuma asin, nyonyahhh”.

Nasi gerabah..
Memakanmu adalah keputusan yg salah..
kau memang renyah…
tapi,,tetap saja kuingin menyumpah..

Please, excuse my behaviour..To create this poem is my calling,,to depict my pain is what I wish to do…

Most importantly, kenapa gw begitu eneg makan nasi gerabah ini?

Jawabannya terletak pada ibu2 yg begitu penuh kasih menyayangi anaknya.

Gimana nyayangnya?

Gini: anaknya ditaroh di atas meja makan depan gw, dengan pede nan asih itu ibu2 buka tasnya, cuci tangan pake antis, dan mengoprek2 anaknya.

Gimana oprek2nya?

Gini: anaknya punya pampers dibuka, lalu pantat bayi halus lembut nan mulusnya dielus…penuh kehangatan cinta.. moreover, ga cuma pantat yg dielus..kelamin bayi jantan itu juga dirawat..dilap ampe merata..

gila,,gimana ga ilang napsu makan gw.

Ya sudahlah, ini bisa jadi bahan referensi gimana gw kudu merating review makanan ini.

Introducing: PRS – Pampers Rating System: the more, the worse.

Rating of this cuisine: 2 pampers.

Thanks,

Contributor.

powered by performancing firefox

February 5, 2007

Valentine

Filed under: Uncategorized — Lyuz @ 4:12 pm

Selamat malam.
Atas tuntutan manusia boxer, akhirnya saya kembali mengisi blog ini.

Oke, aside from the title, i have something in mind. Pas kemaren gw pulang ntah hari apa, bareng martin. gw ma dia lagi laper. we were starving at that time..nah,,saat itu terbersit ide jeniyus berupa mencoba nasi ayam (di singapur bahasa gaulnya “Chicken Rice”).tempatnya terletak di pengkolan jalan sophia. memesanlah kita.

Martin: 2 plates of chicken rice ,plz..
Waiter: HA?
Martin: (Berwajah-gw-mesen-nasi-ayam-oi)
Waiter: Shi me?
Martin: (Menoleh ke gua dengan tampang oh-gosh-gw-ga-ngerti-ini-orang)
Gua: (dengan karismatik menjawab) liang ban chi fan
Waiter: (tersenyum mengangguk-angguk bahagia dan puas hati karena mengerti)
Martin: memang susah hidup di perantauan…

Saya setuju dengan martin. Akan tetapi, saat itu gw lagi kepikiran makan,jadi ya ga gw terlalu tanggepin. Untungnya, ga lama kemudian nasi ayamnya tiba, jadi gw ga perlu ngunyah meja.
waiternya naro piring kami dengan wajah cengar cengir misterius yang ampe sekarang kami blm berhasil memecahkan misteri kenapa dia cengar cengir.oke ga penting. masalahnya ,kami sekarang kepikiran: bayar sekarang ato nanti?

Gua: We pay now or later?
Waiter: Shi me?
Gua: (err, apa bahasa ko’i untuk ini?)
Gua: Pay…Now? Or later?
Waiter: (geleng pala dan muka berkata         luh-orang-dari-planet-mana-sih-ga-ngerti-guah)
Gua: (berpikir secepat ayam kalkun berlari dan memutuskan)
Gua: It’s ok
Waiter: (terus geleng geleng sampe meja kasir)

Lalu, kami makan dengan cukup tenang. Yang patut diperhatikan adalah: nasi ayamnya enak bo! begh dah..gini deskripsinya:

aroma sang ayam saja sudah cukup menggugah selera,
daun bawang memberi esensi yang wangi.
hirupan pertama pada kuahnya begitu segarrrr,
kesegaran yang absolut.
nasinya begitu pulen, renyah, gurih…
beberapa tetes kecap asin makin menambah sensasi kelezatan nasinya..
daging ayamnya, wow..
teksturnya sangat lembut..
potongan dagingnya begitu proporsional,,
membujur vertikal tegak lurus,,
dipotong dengan tegas dan berwibawa dengan golok made in china…
begitu suapan pertama memasuki mulut dan menapaki lidah…
……..
Ugh!!!!
Lumer di mulut….
Rasa gurih daging ayam dan nasinya menyatu dengan sempurna,
citarasa alami yang dahsyat..
warisan nenek moyang yang genuine..
nasi ayam dari pulau hainan..
luar biasa..

setelah selesai menikmati makanan sehat tersebut, tenaga kami pulih kembali.
ternyata benar kata orang tua, daging ayam berkhasiat mengembalikan stamina. tak heran mereka menyarankan kami untuk tidak mengonsumsi bandrek, ganja, ato putauw untuk menambah stamina. bahkan tidak perlu kratingdaeng. daging ayam cukup.

martin, furthermore comment: Wah yus, lu cocok lah jadi komentator makanan di majalah. bahasa lo haram! gyahahahaha.

Bagus. gw kan komen makanan sesuai naluri sastra yang bergolak dalam diri. tidak bisa kukontrol gairah berkomentar yang bergejolak dalam hati..
haduhhh…

tapi bener juga ya,

misalnya ada lowongan menulis gw bisa daftar:

“Wisata kuliner” di majalah Cek dan ricek

“Kudapan Sehat” di majalah Trubus

ato “Icip-icip-yahud” di majalah FHM.

Lumayan.

OK, back to the topic.
gw off the topic panjang juga ya, hehehe.

valentine.
tak terasa sudah setaun lagi sejak valentine sebelumnya.

kembali lagi aku menghadapi iklan2 :berikan bunga untuk pasanganmu! atau nyatakan perasaanmu pada orang yang kaucintai.
aduh.
gitu2 lagi.
mendengar semua statement gitu, gw cuma capek ati.
bujang lagi, bujang lagi.
apa boleh buat.

ok, kalo cuma berkeluh kesah, kan ga asik ni. jadi, gw akan coba elaborate valentine kali ini dengan insiden yg menimpa indonesia tercinta kita.

Sebagai penulis (berani ya gw menyatakan diri sebagai penulis?) gw sangat mengagumi Adithya Mulya sebagai pengarang jomblo dan gege mengejar cinta. Gaya penulisannya dahsyat. idenya orisinal. humornya segar. tak ayal, banyak gaya gw yang mengacu pada gaya penulisan beliau.

Gw pengen nge-cite salah satu dialog legendaris dari novel jomblo antara Agus dan Olip (bagi yg sudah baca):

Agus: Lip, seandainya luh dikasi kuasa untuk mengubah warna terong, warna apa yang lu pilih?
Olip: merah jambu. dan awak suruh kau pegang lalu awak lempar kau ke dalam jurang.
Agus: (gagal menangkap sarkasme) masa sih merah jambu?

Yak. Cukup. Apa relevansi dialog super cerdas ini dengan valentine?

Apa?

Sekali lagi?

YAK!

MERAH JAMBU!

Pink, ato merah jambu, sudah menjadi legenda dalam sejarah umat manusia untuk jadi warna cinta. warna pink dianggap soft, penuh kasih dan mesra..hal ini dibuktikan dengan berbagai merk softener yang notabene pasti lembut by name menggunakan warna pink sebagai warna produknya. bukan item, ato coklat.

lalu, apa relevansinya? dalam tiap valentine, we are expected to share every love we have to others, regardless of family, friends, lovers, etc.. Sekarang, kita, sebagai remaja perantauan di negeri seberang, mau kasi siapa hal2 berwarna pink yg lazim untuk valentine sperti : bunga, coklat (pink?), boneka…mungkin kancut..????

mau kasi lawan jenis?ntar digosipin…

mau kasi temen sesama jenis? ntar dibilang homo..

mau kasi dosen? dibilang penjilat…

mau kasi orang lewat? dibilang sarapppp…

serba salah kan?haduh..jadi dilema ini..

sebagai orang yang tidak terinfluens suasana valentine, gw menyarankan untuk menyumbangkan kasih sayang kita pada saudara sebangsa dan setanah air kita di indonesia terkasih…

seperti kita tahu, indonesia khususnya jakarta dilanda insiden banjir yang sangat kronis, hingga layak mendapat pengamatan ekstra dari FBI…
banyak dari mereka yg kehilangan..antara lain:

Kehilangan harta benda: perkakas rumah tangga, kancut hanyut, ayam piaraan.

Kehilangan sanak saudara: Ada saudara yg hanyut terbawa banjir sampe nyasar ke Poncol..

Kehilangan rumah tinggal: rumah ada yg hanyut loh katanya..ampe bantalnya ngapung2…

Yah, it’s true..

Makanya saudara saudara sesama kaum beriman, marilah kita menggalang persaudaraan, membentuk solidaritas..membantu sesama kita..kita bisa berdoa..supaya mereka cepat pulih..

mungkin ada dari kita yang udah beli balon..itu juga bisa digunakan..
ekspor aja itu balon pake fedex..
dayagunakan sebagai pelampung..
untuk menolong kucing hanyut,,
ato bebek ngapung..
itu sangat membantu..

ato bunga?

ya…
bisa juga…

dengan….

uhm…
no idea…

hahaha…

so, anybody coming up with ideas how to use flowers to save a live….plz share…

remember,,

spread ur love this valentine..

powered by performancing firefox

January 30, 2007

Apakah benar kau cocok untukku?

Filed under: Hostel related — Lyuz @ 2:55 pm

Selamat malam.

Saat ini sedang stuck mengerjakan comms assignment yg kudu dikumpul dalam beberapa jam..Ya, beberapa jam. Sudahlah, biarkan saja dulu. Pusing.

Oke, judul post kali ini memang rada jayji. First impressionnya mungkin ini ditujukan buat seorang cewe. Tapi, nope. Bukan buat cewe. Wait. jangan mikir aneh2..saya masi seorang pria lurus.straight. judul ini saya tujukan untuk hostel saya tercinta, SMU hostel.

Pertama kali liat ni hostel, it seemed ok. meski kecil, gw rasa environmentnya enak lah, buat belajar. tenang, syahdu, menentramkan kalbu. “Oke, gw bisa blajar di sini. Hore.” ternyata, kecacatan2 hostel ini makin menjadi2 tiap harinya

Bermula dari hal kecil, lama2 kalo ditumpuk pun bikin gw merasa panas ati.

  1. Internet. Ya, hal krusial yang semua manusia waras di dunia ini perlu, kecuali pertapa, untuk mengakses informasi penting seperti harga cabai di pasaran, dsb. Ya. koneksinya gembel. cuma buka outlook aja, gw ampe udah mandi, kelar gosok gigi, dsb selama 20 menitan masi ga jalan.astaga. sepuluh menit kemudian baru jalan. ayam dijagal aja lebih cepet kali. hal ini udah gw sampein ke jajaran manajemen atas untuk bagian hostel. tapi tetep aja gembel. bukan manajemennya, tapi koneksinya. Kata mereka, ada bajingan yg donlod 12 gigs dalam 3 hari.gila, donlod paan coba? kalo gini mah ga ada bedanya ama hostel di kota cina, gw tetep aja kudu ngemper di skolah ampe malem demi internet. ajaibnya, pulang sekolah hari ini (2 jam lalu) koneksi internetnya slightly better. dalam 18 menit udah bisa buka outlook. okelah. diduga sih ya, gara2 ada ancaman kalo bajingan tengik yg donlod ky org sarap ini ampe ketangkep, bakal dipecat dari hostel. jd cengi kali. takut jadi tunawisma dan ngemper di geylang ato hougang, ato sengkang, ato chua chu kang, ato ngangkang. syukurlah.
  2. kebersihan. sebagai manusia indonesia, kita sejak kecil dibiasakan untuk hidup SEHAT. sehat itu munculnya dari kebersihan.itu kata bu guru. jadi, oke, gw jaga kebersihan kamar gw. tapi tetep ada masalah. sebagai penghuni hostel yg jendelanya menghadap ke alam bebas, gw ingin merasakan udara pagi yg segar, sejuk, mempesona.tak ayal, yg kudapat hanyalah debu..maklumlah, alam bebas yg gw maksud adalah gundukan pasir, gumpalan tanah, tumpukan batu, alias konstruksi bangunan, dengan sedikit rumput yg nambahin warna ijo2. baru gw buka jendela dikit ye, malemnya gw tidur beralaskan debu,berselimutkan pasir, jadinya gatel2.brengsek. jadi, sekarang gw udah stop kebiasaan sehat itu. jadinya kamar gw atmosfernya beda, udara yg menghidupi gw berasal dari freon AC setiap saat, jadinya, hanya udara artifisial yg kuhirup.
  3. Ketenangan saat tidur. berhubung jarak antara construction site dan kamar gw cuma 5 meter, gw bener2 bisa merasakan “live performance” abang2 kuli2 konstruksi tersebut. bagaimana mereka dengan seru dan seriusnya mengangkat bata, mencangkul pasir, mengaduk semen, dsb. MASALAHNYA, ada yg pake alat berat, seperti traktor, buldoser, dan teman2nya. Berhubung mereka ingin kerja dgn sangat efisien, mereka bisa kerja ampe larut malem, ato pagi2 buta. DUER…DUER…DUER… batu digamparin pake buldoser ampe ancur, DUENG…DUENG..DUENG.. tambah berisik lagi. puncaknya, pas gw tidur, gw merasa ada getaran,,tidak cuma dalam dada, tapi juga di sekujur tubuh..ya, GEMPA BUMI!! gokil dah. ada buldoser njebol selokan ampe geter2 ranjang gw. ampe cantolan anduk di tembok copot.gila. jam dinding gw juga ampe GUBRAK..tertelungkup di lantai,,masi bernyawa.

All in all, ancurlah ini hostel.detilnya,,cape gw.

powered by performancing firefox

January 24, 2007

Jumat Kliwon part 2

Filed under: School related — Lyuz @ 6:17 am

This blog is a reproduction of a previously-demolished-blog. Please situate yourself in the timeline accordingly.

Selamat malam. Saat ini waktu menunjukkan pk 22.27 waktu singapura. Kali ini buku biz law belum saya buka karena takut mubazir dan dilalatin kalo dibiarkan terbuka. biarkan buku itu tetap fresh sementara saya mengetik. Chronologically, you all perhaps will encounter boredom as you read this. But in the, end, it has a value which i “think” is “important”.

Melanjutkan kisah heroik nan tragis dari event cognitare biz competition, anak2 sakti ini pada berpulang satu satu menuju kediaman masing2..sayangnya, kisah tragis terus berlanjut. Sebagai efek dari ga tidur semaleman, setan bantal merasuki kami semua.secara pribadi, saya ampe molor di bench2 depan “Tuan Kacang” (Mr. Bean bahasa gaulnya)..satu oknum mengaku sempat tidur di rumah, dan dgn cerdas ngeset alarm supaya bisa bangun tepat waktu.sungguh ide brilian. satu orang naek MRT, ketiduran, dan nyasar ampe ujung line. ini juga brilian. satu lagi, lebih brilian lagi, ga bisa buka loker sendiri untuk ambil baju.luar biasa.

Oke, enough with that.sleepwalking, i returned to my home sweet home @ prinsep. nyalain AC, tidur beralaskan bantal kuning dapet dari bondue party di meja belajar.maunya cuma 10 menit sih, tapi apa boleh buat, godaan syaiton mank dahsyat.gua tidur setengah jam.pas bangun, gw loncat, mandi (ga sambil loncat2 koq), ganti baju, cabut k skolah lagi dengan langkah mantap nan pede.sayangnya, dgn dodolnya, gw lupa matiin ac (ini baru gw discovered malemnya).sukses.bill gw pasti ningkat.

sampe di skolah, suasana tegang.intense.atmosfernya beda.maklum, mau ujan.halah.intinya, semua orang berdeterminasi untuk menang.kami juga.setelah melalui beberapa jam tetek bengek, kami udah siap mental.para eksekutif muda siap beraksi presentasi dan melawan juri.

<Photo has been removed to protect privacies>

klimaksnya, kita masuk ruang sidang.ternyata judgesnya prof2 smu.untuk jaga privasi mereka, saya pake nama samaran. satu, prof Thomat Mencongg, satu prof Gong Gue Peng (iyah, guah tauk guah jayus, ga usah mangap gituh)oke, presentasi dimulai. kita semua terbakar semangat bertanding.mulailah kata2 manis, keren, halus, lembut, dilontarkan.tingkat kepedeannya, lumayan lah, sama kayak salesman panci lagi jualan:”Iya bu, ini panci tahan panas ampe 1000 derajat…masak apa aja pasti bisa…dijamin deh..”sungguh, kami sangat meyakinkan penampilannya.bahkan kata sambutan pak RT pas hari kartini kalah keren.

ternyata, bencana datang belakangan.sang profesor mulai menghujani kita dengan pertanyaan:

1.Gerimis: Sebutkan pabrik2 di Cina yg under the name of Loreal….Enteng, ada di Pudong, etc etc..kita masih santai..

2.Ujan rintik2: Jelaskan langkah riil untuk jualan produk kosmetik ini..Kita mulai jawab dengan mantap, tapi koq salah…prof bilang bukan itu..kita mulai ngetok2 kaki di karpet..

3.Ujan rintik2 mulai banyak:Prof maksa kita jawab pertanyaan dia dengan jelas dan langkah konkret…oke, kita masi ga bisa juga..mulai garuk2 pala..

4.Ujan reda sebentar:prof Gue Peng ganti nanya…gua lupa dia nanya apa, pokoknya kami jawabnya ampe terbata2..ibarat tukang panci dikomplen ibu2—-mas!pancinya koq gembel sih? saya pake buat masak bubur kacang ijo jadi penyok? oke, tangan mulai gemetar.

5.Ujan lumyan kenceng: alumni SMU entah siapa itu ikut2an nanya, dilanjutkan dengna jawaban kita yg kayaknya ngawur, ibarat tukang panci—ampun bu, saya taunya panci ini cuma bisa buat masak tiwul…Oke, keringat dingin mengalir.

6.Ujan deressssss:prof mencongg dan prof gue peng ikut2an membombardir kita dgn pertanyaan—mas, kalo ga tau apa2 tentang panci, jangan berani jualan donk..oke, jantung berdebar kencang.

7.Kesamber geledek:Amanat penghabisan dari sang prof sungguh mengguncang mental kami, anak2 indonesia yang sehat ini.sungguh, pernyataan yg sangat pedas ini menghujam kalbu kami, bagai diiris sembilu, ditusuk kawat berduri,disilet gergaji,,ooohhhh…kejamnya nasib—”You all only say sell, sell, sell, but no real action taken towards realising it. What u wanna do? Give practical suggestion: advertisement, door to door, use gerobak, whatever!” OMG…ibarat tukang panci, udah dilempar itu panci ke muka gua.klontang.

8. Masi ujan deres..ditambah selokan2 meluap: panitia2 kayak melontarkan ekspresi wajah—Kasian-deh-lu-diserang-mampus-hihihi-emank-enak.ibarat tukang panci….ah sudahlah.

Setelah itu, kami langsung kehilangan semangat hidup.

Langsung merenung.

Refleksi diri.

Diam.

Dunia jadi gelap.

Berpikir.

Kami mungkin salah.

Salah bikin,

salah jawab,

salah langkah,

salah tingkah.

Tapi,

Itukah timbal balik yg kami terima? Diberi pernyataan sepedas sambal cap jempol?

Kontan, kami lemas, letih,lesu, loyo.untuk sesaat, kami menyesal telah ikut biz case challenge ini.saya sampe sempat mikir:”Tau gini, gua jualan sayur aja di pasar kopro”..

Apakah para juri itu tidak berpikir, bahwa mereka bisa menghancurkan sebuah bangsa hanya dengan pernyataan dan pertanyaan sadis mereka?

Mereka mungkin lupa, bahwasanya kami adalah generasi muda bangsa Indonesia, yg berbudi luhur..yang mengemban tugas mulia, membangun bangsa yang berprestasi..tapi, kalo baru biz case aja udah dicaci, kami bisa mengalami degradasi..kami bisa rendah diri..dan berujung, pada gagalnya misi kami membawa bangsa indonesia ke level yang lebih tinggi.

Jika suatu hari nanti, bangsa tercinta kita ini makin rusak, salahkan prof2ini..karena membuat kami, anak penuh impian, gagal menapaki masa depan gemilang.Pak presiden, wakil presiden, menteri pertanian, harap ingat ini.

Ironis,sungguh ironis.

tapi, kami adalah anak indonesia yang sehat.kegagalan sesaat tidak menyurutkan niat kami untuk kembali bangkit.Jika kami kembali mengenang, betapa berat perjuangan kami untuk sampai dicacimaki, kami makin pasrah..Oh salah, kami akan kembali bangkit,,dengan berbagai cara, kami pasti bisa…kalo kami ikut lagi biz casenya..

Akhirnya, kami kembali menapaki jalan masing2..

Manusia boxer,

Oknum MRT,

dan yg gagal buka loker sendiri,

jalan kita memang telah berbeda arah,

tapi kuharap,

kita bisa jumpa di biz case selanjutnya teman..

semoga kalian bisa memetik pelajaran berharga dari kisah ini..meskipun saya sendiri ga tau juntrungannya kemana..sudah ngantuk..

Selamat malam

powered by performancing firefox

Jumat Kliwon part 1

Filed under: School related — Lyuz @ 6:16 am

This blog is a reconstruction of a previously-removed-blog. Plz adjust timeline accordingly.

Oke,selamat malam. post ini rada panjang, karena menceritakan kronologi yg tragis, dari impian anak2 innocent, yg mimpinya hancur.

Gw juga ga tau kenapa gw tiba2 bikin blog. gara2 kejadian 2 malem lalu kali ye.

Saat ini pk 22.00 waktu singapura, di mana buku Principles of Economy terbentang lebar di sebelah gw tanpa tersentuh. Ditemani sebungkus pocky, gw mengetik tulisan ini. Situasi gw saat ini mirip lah kayak intro film janji joni di mana ada editor lagi ngetik pake mesin jadul ditemani cahaya lampu redup plus sebatang rokok. bedanya, gw pake sebatang pocky sebagai substitusi. Yak, potongan terakhir.

Jadi gini, jumat kemaren gw ikut cognitare Business case competition gitu. bareng 3 orang temen, gw ikut dah. bermula dari workshop “Pecahkan Kasusnya!” (Crack the case) buat latian, kita udah menunjukkan prospek cerah sebagai remaja berprestasi. gimana enggak, kita udah menang gitu, sebagai tim yg berhasil “menebak jumlah raket yg bisa dijual di indo sekiranya ada investor yg minat jualan, serta jumlah omzet yg bisa diraih.” lumayan, dapet janji ditraktir bos2 dari BAIN Company, a consulting firm gitu. Seandainya pertanyaannya tentang omzet petani bawang di Brebes, mungkin kami gagal.

Setelah malem kami dapet kasusnya, kita semua sebagai anak ceria langsung semangat. “Wah, kita bisa menang ini, kasusnya simpel!!” Tambah antusias lagi, kita udah nyiapin ransum buat disantap: 4 paket subway, 2 susu kotak, 1 bungkus LAYS raksasa, dan 2 kotak pocky tentunya. udah keren dah. berhubung kita masi pake baju smart casual (kemeja, jins, sepatu), kita jadi kayak karyawan beneran, kecuali temen gw ada yg pake kaos, n satu lagi mencopot jinsnya hingga tinggal boxer. Manusia boxer in action. meskipun dilanda kecemasan bakal ditangkep sekuriti karena tuduhan pria mesum, dia bilang boxer mank paling asoi dah.

kita juga survei2 tim lain.seperti kita duga:wah, pada serius.kita mikir, hm, kompetisi yg jujur mank susah, tapi gapapa, we shall try and we shall win!

oke, kita mulai dengan baca kasusnya.2 jam pertama masi diwarnai kebahagiaan.kita semua saling melempar tawa dan canda.sungguh potret tim yg bahagia.Sebab, dalam beberapa jam kemudian, kita saling melempar sandal.

Kasusnya ribet…

Sebagai anak2 dengan intelegensia melebihi kodok, kami semua melontarkan gagasan2 mutakhir.sayangnya, tabrakan.ancur dah. sampe jam 2 pagi, yg namanya kesepakatan tuh belum dapet.ampe gw bolak balik wc 7 kali.karena cape sendiri, udah lah, kita ikut majority.eh…sekarang semuanya udah ga mampu mikir. dalam beberapa jam ke depan, semuanya ga mampu menampung ide2 mutakhir dalam satu frame. karena pocky gw juga abis, gw juga ga bisa tenang.waktu saat itu kayaknya jam 2 pagi deh.

ternyata apa yg gw liat di luar ruang kerja (GSR) sangat memprihatinkan dari berbagai sudut pandang. di depan GSR yg terang benderang karena masi ada orang diskusi, ada yg tidur berbantalkan sarung laptop, lengkap dgn baju resmi dgn tangan nutupin muka. bayangin dia sambil ngomong “Aduh gua dipecat, anak bini gua makan apa?”

Dua, di tengah panasnya atmosfer dalam GSR kami, ada anak singapura berwajah ceria membawa standing fan sambil bilang: oi teman2, kita adem neh, ada kipas angin.temen2nya kompak teriak: HORE!

Tiga, pas gw balik ke GSR, tim sebelah gw lagi overjoyed untuk sebab yg gw ga tau.maka dari itu, mereka masang lagu ajep2..bagus,,,makin ga bisa konsen.

udah deh, gua tidur aja.gantian gitu, biar nanti harapannya bisa come out with fresh idea.ngemperlah gua depan kelas yg ada judulnya “Wealth Management”. Ironis dah.kelas kaya, di depannya ada kere ngemper,tragis.peserta lain juga mondarmandir gitu (maklum GSR kita deket WC)ngeliatin, ini anak malang bener.

cuek, gw terus aja tidur. alhasil, bangun2 gw masuk angin,keringetan, dihembus angin AC.lengkap dah.meski demikian, gw ngarep untuk liat slide keren untuk presentasi.biasanya, dalam berbagai cerita remaja versi teenlit, sering ada miracle.sayang, itu cuma mimpi.

Ancur, proses kami sungguh ancur. Ngebuat power point slide aja ga ada titik temu.alhasil, kami cuma timpuk2an kotak susu.satu orang uda tepar, ngemper dlm GSR berbantalkan tas.tampangnya udah madesu.semuanya udah bertampang lemas, kayak abis tarik tambang lawan kingkong.

gimana ga cape coba, satu orang pengen ngebahas perubahan market share, cari data ga dapet.satu orang lagi ngeributin soal manajemen: ini perusahaan cina, klo manajernya bule, masalah ga. masalah man, orang cina makan nasi, bule makan kentang.

lewat usaha keras banget, yg mengalahkan usaha pawang maksa harimau makan pisang, kami berhasil come out dgn powerpoint slide.tibalah saatnya pulang.waktu saat itu nunjukkin jam 7 pagi.dan kita harus kumpul slide jam 10.30…

semua worn out.dalam perjalanan menuju pintu keluar dan menghirup udara kebebasan, pemandangan yg kami liat makin tragis: belasan orang ngemper di bench2, bagai tunawisma kena gusur.

All in all, preparation itu sulit.tapi kita bakal liat, bahwa executionnya lebih beban mental lagi.

powered by performancing firefox

Older Posts »

Blog at WordPress.com.