A Series of Unimportant Events

January 24, 2007

Jumat Kliwon part 2

Filed under: School related — Lyuz @ 6:17 am

This blog is a reproduction of a previously-demolished-blog. Please situate yourself in the timeline accordingly.

Selamat malam. Saat ini waktu menunjukkan pk 22.27 waktu singapura. Kali ini buku biz law belum saya buka karena takut mubazir dan dilalatin kalo dibiarkan terbuka. biarkan buku itu tetap fresh sementara saya mengetik. Chronologically, you all perhaps will encounter boredom as you read this. But in the, end, it has a value which i “think” is “important”.

Melanjutkan kisah heroik nan tragis dari event cognitare biz competition, anak2 sakti ini pada berpulang satu satu menuju kediaman masing2..sayangnya, kisah tragis terus berlanjut. Sebagai efek dari ga tidur semaleman, setan bantal merasuki kami semua.secara pribadi, saya ampe molor di bench2 depan “Tuan Kacang” (Mr. Bean bahasa gaulnya)..satu oknum mengaku sempat tidur di rumah, dan dgn cerdas ngeset alarm supaya bisa bangun tepat waktu.sungguh ide brilian. satu orang naek MRT, ketiduran, dan nyasar ampe ujung line. ini juga brilian. satu lagi, lebih brilian lagi, ga bisa buka loker sendiri untuk ambil baju.luar biasa.

Oke, enough with that.sleepwalking, i returned to my home sweet home @ prinsep. nyalain AC, tidur beralaskan bantal kuning dapet dari bondue party di meja belajar.maunya cuma 10 menit sih, tapi apa boleh buat, godaan syaiton mank dahsyat.gua tidur setengah jam.pas bangun, gw loncat, mandi (ga sambil loncat2 koq), ganti baju, cabut k skolah lagi dengan langkah mantap nan pede.sayangnya, dgn dodolnya, gw lupa matiin ac (ini baru gw discovered malemnya).sukses.bill gw pasti ningkat.

sampe di skolah, suasana tegang.intense.atmosfernya beda.maklum, mau ujan.halah.intinya, semua orang berdeterminasi untuk menang.kami juga.setelah melalui beberapa jam tetek bengek, kami udah siap mental.para eksekutif muda siap beraksi presentasi dan melawan juri.

<Photo has been removed to protect privacies>

klimaksnya, kita masuk ruang sidang.ternyata judgesnya prof2 smu.untuk jaga privasi mereka, saya pake nama samaran. satu, prof Thomat Mencongg, satu prof Gong Gue Peng (iyah, guah tauk guah jayus, ga usah mangap gituh)oke, presentasi dimulai. kita semua terbakar semangat bertanding.mulailah kata2 manis, keren, halus, lembut, dilontarkan.tingkat kepedeannya, lumayan lah, sama kayak salesman panci lagi jualan:”Iya bu, ini panci tahan panas ampe 1000 derajat…masak apa aja pasti bisa…dijamin deh..”sungguh, kami sangat meyakinkan penampilannya.bahkan kata sambutan pak RT pas hari kartini kalah keren.

ternyata, bencana datang belakangan.sang profesor mulai menghujani kita dengan pertanyaan:

1.Gerimis: Sebutkan pabrik2 di Cina yg under the name of Loreal….Enteng, ada di Pudong, etc etc..kita masih santai..

2.Ujan rintik2: Jelaskan langkah riil untuk jualan produk kosmetik ini..Kita mulai jawab dengan mantap, tapi koq salah…prof bilang bukan itu..kita mulai ngetok2 kaki di karpet..

3.Ujan rintik2 mulai banyak:Prof maksa kita jawab pertanyaan dia dengan jelas dan langkah konkret…oke, kita masi ga bisa juga..mulai garuk2 pala..

4.Ujan reda sebentar:prof Gue Peng ganti nanya…gua lupa dia nanya apa, pokoknya kami jawabnya ampe terbata2..ibarat tukang panci dikomplen ibu2—-mas!pancinya koq gembel sih? saya pake buat masak bubur kacang ijo jadi penyok? oke, tangan mulai gemetar.

5.Ujan lumyan kenceng: alumni SMU entah siapa itu ikut2an nanya, dilanjutkan dengna jawaban kita yg kayaknya ngawur, ibarat tukang panci—ampun bu, saya taunya panci ini cuma bisa buat masak tiwul…Oke, keringat dingin mengalir.

6.Ujan deressssss:prof mencongg dan prof gue peng ikut2an membombardir kita dgn pertanyaan—mas, kalo ga tau apa2 tentang panci, jangan berani jualan donk..oke, jantung berdebar kencang.

7.Kesamber geledek:Amanat penghabisan dari sang prof sungguh mengguncang mental kami, anak2 indonesia yang sehat ini.sungguh, pernyataan yg sangat pedas ini menghujam kalbu kami, bagai diiris sembilu, ditusuk kawat berduri,disilet gergaji,,ooohhhh…kejamnya nasib—”You all only say sell, sell, sell, but no real action taken towards realising it. What u wanna do? Give practical suggestion: advertisement, door to door, use gerobak, whatever!” OMG…ibarat tukang panci, udah dilempar itu panci ke muka gua.klontang.

8. Masi ujan deres..ditambah selokan2 meluap: panitia2 kayak melontarkan ekspresi wajah—Kasian-deh-lu-diserang-mampus-hihihi-emank-enak.ibarat tukang panci….ah sudahlah.

Setelah itu, kami langsung kehilangan semangat hidup.

Langsung merenung.

Refleksi diri.

Diam.

Dunia jadi gelap.

Berpikir.

Kami mungkin salah.

Salah bikin,

salah jawab,

salah langkah,

salah tingkah.

Tapi,

Itukah timbal balik yg kami terima? Diberi pernyataan sepedas sambal cap jempol?

Kontan, kami lemas, letih,lesu, loyo.untuk sesaat, kami menyesal telah ikut biz case challenge ini.saya sampe sempat mikir:”Tau gini, gua jualan sayur aja di pasar kopro”..

Apakah para juri itu tidak berpikir, bahwa mereka bisa menghancurkan sebuah bangsa hanya dengan pernyataan dan pertanyaan sadis mereka?

Mereka mungkin lupa, bahwasanya kami adalah generasi muda bangsa Indonesia, yg berbudi luhur..yang mengemban tugas mulia, membangun bangsa yang berprestasi..tapi, kalo baru biz case aja udah dicaci, kami bisa mengalami degradasi..kami bisa rendah diri..dan berujung, pada gagalnya misi kami membawa bangsa indonesia ke level yang lebih tinggi.

Jika suatu hari nanti, bangsa tercinta kita ini makin rusak, salahkan prof2ini..karena membuat kami, anak penuh impian, gagal menapaki masa depan gemilang.Pak presiden, wakil presiden, menteri pertanian, harap ingat ini.

Ironis,sungguh ironis.

tapi, kami adalah anak indonesia yang sehat.kegagalan sesaat tidak menyurutkan niat kami untuk kembali bangkit.Jika kami kembali mengenang, betapa berat perjuangan kami untuk sampai dicacimaki, kami makin pasrah..Oh salah, kami akan kembali bangkit,,dengan berbagai cara, kami pasti bisa…kalo kami ikut lagi biz casenya..

Akhirnya, kami kembali menapaki jalan masing2..

Manusia boxer,

Oknum MRT,

dan yg gagal buka loker sendiri,

jalan kita memang telah berbeda arah,

tapi kuharap,

kita bisa jumpa di biz case selanjutnya teman..

semoga kalian bisa memetik pelajaran berharga dari kisah ini..meskipun saya sendiri ga tau juntrungannya kemana..sudah ngantuk..

Selamat malam

powered by performancing firefox

5 Comments »

  1. “selamat malam mas…
    ngga ikut citibank business case??
    lantas kenapa belum sign up?”

    [bacanya pake nada polantas norak kumisan di iklan a-mild...]
    jangan tanya saya kenapa…
    tanya saja pada mereka… TANYA KENAPA????

    huah gila.
    gokil sekali perjuangan insan2 indonesia…
    dalam ajang kompetisi bergengsi cca ternama…
    manusia2 ini wafat dengan patriotis…
    diberondong peluru2 komen nancep oleh sesama insan indonesia..
    yg dengan sangarnya… duh… cici sangar emang dasar…
    klo kata counter strike sih… friendly fire nya ON
    hahaha…

    eniwei…
    ada kompetisi bergengsi lainnya kawan…
    bahkan lebi bergengsi…
    mengintegrasikan anak2 cacat nus + ntu…
    daftar lagi dong kita…
    seteam lagi dong ama yah-lo-tau-siapa..
    gyahahaha…

    KUTU GUNDUL JIDAT NONGNONG
    AMIT AMIT JABANG KODOK DAH IKUT GITUAN LAGI…
    MENDING GW JUAL KANCUT KE ORANG2 SINEMA INDONESIA..

    n omong2…
    kali ini orang cognitare udh pengalaman…
    mereka secara eksplisit menyatakan yg eligible…
    “…..final year undergraduate student….”
    final year.
    skali lagi ah, FINAL YEAR

    n btw,
    kita kan udh final year bung…
    punya gelar bachelor of law lagi kita..
    LLB.
    Laki Laki Brengsek.
    Laki Laki Bangsat.
    Laki Laki Bajingan.
    u name it… gyahahaaha..

    oh maap saya lupa,
    kalo anda sih sudah master of law
    dengan degree bergengsi
    LLM.
    Laki Laki Mesum.

    cukup.
    saya sudah makin gila.
    gyahahahahahhahahahahha..

    Comment by sobat cognitare anda yang tampaknya udah makin hari makin gila... tolonglah dia sebelum terlambat.. hahaha... — January 30, 2007 @ 3:48 pm

  2. Salute to your team.
    Don’t be hesitate to join such competition again in the future just because of this one lost.
    Remember that failure is only a postponed success.
    Oh n a big salute to the one who brings up the issue of cultural clash.
    A very genius guy I must say.
    Keep up the passion and join the competition again next chance.
    And make sure you are in the same team with that genius guy.
    Your team will surely be the next big thing.

    All the best,
    Mencongg.

    Comment by Thomat Mencongg — January 30, 2007 @ 4:05 pm

  3. mati guaaaa baca ginian pas lagi kelas DM jadinya hampir ngakak… =P

    Comment by sylv — January 31, 2007 @ 8:15 am

  4. Despite your immediate loss at the business competition, your team is a wonderful team indeed. I have rarely seen such a solid team during my entire life. I believe that the one bringing the spirit of competition into you is the most professional looking person in yellow tie. He was such a charming guy who could understand my questions with ease.
    Keep my words in mind. Those who never give up and continue learning will reach the utmost of success. Persevere and keep going, of course, along with that yellow-tie charming guy.

    Regards,

    Gue Peng

    Comment by Gong Gue Peng — February 1, 2007 @ 1:19 pm

  5. gokil dah yus blog lo! ampe prof2nyah aja comment… ternyata crash course bahasa indonesia smuki sebegitu terkenalnya ampe prof2 aj tau bahasa indo n bisa baca blog elo… ckckck… wah trus tuh yg comment panjang banget syapa tuh yus? gokil banget yus… haahaha…

    Comment by martin — February 1, 2007 @ 1:26 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.