A Series of Unimportant Events

February 5, 2007

Valentine

Filed under: Uncategorized — Lyuz @ 4:12 pm

Selamat malam.
Atas tuntutan manusia boxer, akhirnya saya kembali mengisi blog ini.

Oke, aside from the title, i have something in mind. Pas kemaren gw pulang ntah hari apa, bareng martin. gw ma dia lagi laper. we were starving at that time..nah,,saat itu terbersit ide jeniyus berupa mencoba nasi ayam (di singapur bahasa gaulnya “Chicken Rice”).tempatnya terletak di pengkolan jalan sophia. memesanlah kita.

Martin: 2 plates of chicken rice ,plz..
Waiter: HA?
Martin: (Berwajah-gw-mesen-nasi-ayam-oi)
Waiter: Shi me?
Martin: (Menoleh ke gua dengan tampang oh-gosh-gw-ga-ngerti-ini-orang)
Gua: (dengan karismatik menjawab) liang ban chi fan
Waiter: (tersenyum mengangguk-angguk bahagia dan puas hati karena mengerti)
Martin: memang susah hidup di perantauan…

Saya setuju dengan martin. Akan tetapi, saat itu gw lagi kepikiran makan,jadi ya ga gw terlalu tanggepin. Untungnya, ga lama kemudian nasi ayamnya tiba, jadi gw ga perlu ngunyah meja.
waiternya naro piring kami dengan wajah cengar cengir misterius yang ampe sekarang kami blm berhasil memecahkan misteri kenapa dia cengar cengir.oke ga penting. masalahnya ,kami sekarang kepikiran: bayar sekarang ato nanti?

Gua: We pay now or later?
Waiter: Shi me?
Gua: (err, apa bahasa ko’i untuk ini?)
Gua: Pay…Now? Or later?
Waiter: (geleng pala dan muka berkata         luh-orang-dari-planet-mana-sih-ga-ngerti-guah)
Gua: (berpikir secepat ayam kalkun berlari dan memutuskan)
Gua: It’s ok
Waiter: (terus geleng geleng sampe meja kasir)

Lalu, kami makan dengan cukup tenang. Yang patut diperhatikan adalah: nasi ayamnya enak bo! begh dah..gini deskripsinya:

aroma sang ayam saja sudah cukup menggugah selera,
daun bawang memberi esensi yang wangi.
hirupan pertama pada kuahnya begitu segarrrr,
kesegaran yang absolut.
nasinya begitu pulen, renyah, gurih…
beberapa tetes kecap asin makin menambah sensasi kelezatan nasinya..
daging ayamnya, wow..
teksturnya sangat lembut..
potongan dagingnya begitu proporsional,,
membujur vertikal tegak lurus,,
dipotong dengan tegas dan berwibawa dengan golok made in china…
begitu suapan pertama memasuki mulut dan menapaki lidah…
……..
Ugh!!!!
Lumer di mulut….
Rasa gurih daging ayam dan nasinya menyatu dengan sempurna,
citarasa alami yang dahsyat..
warisan nenek moyang yang genuine..
nasi ayam dari pulau hainan..
luar biasa..

setelah selesai menikmati makanan sehat tersebut, tenaga kami pulih kembali.
ternyata benar kata orang tua, daging ayam berkhasiat mengembalikan stamina. tak heran mereka menyarankan kami untuk tidak mengonsumsi bandrek, ganja, ato putauw untuk menambah stamina. bahkan tidak perlu kratingdaeng. daging ayam cukup.

martin, furthermore comment: Wah yus, lu cocok lah jadi komentator makanan di majalah. bahasa lo haram! gyahahahaha.

Bagus. gw kan komen makanan sesuai naluri sastra yang bergolak dalam diri. tidak bisa kukontrol gairah berkomentar yang bergejolak dalam hati..
haduhhh…

tapi bener juga ya,

misalnya ada lowongan menulis gw bisa daftar:

“Wisata kuliner” di majalah Cek dan ricek

“Kudapan Sehat” di majalah Trubus

ato “Icip-icip-yahud” di majalah FHM.

Lumayan.

OK, back to the topic.
gw off the topic panjang juga ya, hehehe.

valentine.
tak terasa sudah setaun lagi sejak valentine sebelumnya.

kembali lagi aku menghadapi iklan2 :berikan bunga untuk pasanganmu! atau nyatakan perasaanmu pada orang yang kaucintai.
aduh.
gitu2 lagi.
mendengar semua statement gitu, gw cuma capek ati.
bujang lagi, bujang lagi.
apa boleh buat.

ok, kalo cuma berkeluh kesah, kan ga asik ni. jadi, gw akan coba elaborate valentine kali ini dengan insiden yg menimpa indonesia tercinta kita.

Sebagai penulis (berani ya gw menyatakan diri sebagai penulis?) gw sangat mengagumi Adithya Mulya sebagai pengarang jomblo dan gege mengejar cinta. Gaya penulisannya dahsyat. idenya orisinal. humornya segar. tak ayal, banyak gaya gw yang mengacu pada gaya penulisan beliau.

Gw pengen nge-cite salah satu dialog legendaris dari novel jomblo antara Agus dan Olip (bagi yg sudah baca):

Agus: Lip, seandainya luh dikasi kuasa untuk mengubah warna terong, warna apa yang lu pilih?
Olip: merah jambu. dan awak suruh kau pegang lalu awak lempar kau ke dalam jurang.
Agus: (gagal menangkap sarkasme) masa sih merah jambu?

Yak. Cukup. Apa relevansi dialog super cerdas ini dengan valentine?

Apa?

Sekali lagi?

YAK!

MERAH JAMBU!

Pink, ato merah jambu, sudah menjadi legenda dalam sejarah umat manusia untuk jadi warna cinta. warna pink dianggap soft, penuh kasih dan mesra..hal ini dibuktikan dengan berbagai merk softener yang notabene pasti lembut by name menggunakan warna pink sebagai warna produknya. bukan item, ato coklat.

lalu, apa relevansinya? dalam tiap valentine, we are expected to share every love we have to others, regardless of family, friends, lovers, etc.. Sekarang, kita, sebagai remaja perantauan di negeri seberang, mau kasi siapa hal2 berwarna pink yg lazim untuk valentine sperti : bunga, coklat (pink?), boneka…mungkin kancut..????

mau kasi lawan jenis?ntar digosipin…

mau kasi temen sesama jenis? ntar dibilang homo..

mau kasi dosen? dibilang penjilat…

mau kasi orang lewat? dibilang sarapppp…

serba salah kan?haduh..jadi dilema ini..

sebagai orang yang tidak terinfluens suasana valentine, gw menyarankan untuk menyumbangkan kasih sayang kita pada saudara sebangsa dan setanah air kita di indonesia terkasih…

seperti kita tahu, indonesia khususnya jakarta dilanda insiden banjir yang sangat kronis, hingga layak mendapat pengamatan ekstra dari FBI…
banyak dari mereka yg kehilangan..antara lain:

Kehilangan harta benda: perkakas rumah tangga, kancut hanyut, ayam piaraan.

Kehilangan sanak saudara: Ada saudara yg hanyut terbawa banjir sampe nyasar ke Poncol..

Kehilangan rumah tinggal: rumah ada yg hanyut loh katanya..ampe bantalnya ngapung2…

Yah, it’s true..

Makanya saudara saudara sesama kaum beriman, marilah kita menggalang persaudaraan, membentuk solidaritas..membantu sesama kita..kita bisa berdoa..supaya mereka cepat pulih..

mungkin ada dari kita yang udah beli balon..itu juga bisa digunakan..
ekspor aja itu balon pake fedex..
dayagunakan sebagai pelampung..
untuk menolong kucing hanyut,,
ato bebek ngapung..
itu sangat membantu..

ato bunga?

ya…
bisa juga…

dengan….

uhm…
no idea…

hahaha…

so, anybody coming up with ideas how to use flowers to save a live….plz share…

remember,,

spread ur love this valentine..

powered by performancing firefox

7 Comments »

  1. flowers ye… hummm… ini diskusi level tinggi para LLB dengan tingkat intelegensia setinggi kucing bunting… hmm… flower itu bisa dipake buat…………………….. hooo gw tawuuuu…… buat menghormati para arwah korban banjir!!!! kirimin aja itu buket bunga pake dhl, lengkap dengan kartu ucapan turut berduka cita (inget! “turut berduka cita” bukan “selamat menempuh hidup baru”)… nah terus disandingin deh di sbelah makam para korban… manis banged dah……
    tapi omong2…. itu using flowers that way ngga “save a life” yah…. hmmm….. oh masi bisa! nah abis itu flowers ditaro di sbela batu nisan, trus upacara pemakaman udah bubar…………. nah bakal banyak kambing keliaran tuh… karena gembalanya pada hanyut kena banjir….. nah itu kambing pokoknya kurus-kering-kelaperan-kaya-kambingjantan deh…… nah DIMAKANlah itu buket bunga….! ngga jadi mati kelaperan deh kambingnya…. berhasil, mission accomplished, u save a life using flowers…..!
    ~meskipun cuma nyawa kambing….
    ~~kalo kata suerius “kambingggg jugaaaaa manusiaaaaaa…!!!”
    gyahahahahahhahaha….
    memang cerdas pemikiran jebolan universitas-bergengsi-ternama-canggih-kompetitif negeri singa ini….
    ckckck… ampe kambing aja kalah cerdas….

    Comment by martin — February 5, 2007 @ 4:27 pm

  2. I am very glad that an SMU student is bringing up this humanitary issue. Saving a life is not an easy task. Moreover, this chaotic flood was happening in a developing country, which makes the recovery steps harder. Luckily, we have here cognitare business case competition participants. I am certain that they can make valuable contributions in saving lives.
    I suspect that one person has already made his move. Saving a goat means a lot. Through goats, we can feed a lot of flood casualties. This very prominent way of thinking I guarantee, cannot be obtained unless somebody joined cognitare business case competition. However, this solution might not be too practical. We shall also deal with cultural clash issue.
    I am hoping to see the yellow tie charming guy in action to save a life.

    Regards,

    Gue Peng

    Comment by Gong Gue Peng — February 5, 2007 @ 4:34 pm

  3. wah nama saya disebut!!!! makasih2!!!

    Comment by yellow-tie-charming-guy — February 5, 2007 @ 4:36 pm

  4. Halo mas

    Bunga buat nyelametin nyawa, ya….
    hmmm… setelah menghubungi arwah leluhur saya Mpu Sindok (temennya Mpu Peso dan Mpu Garpu), saya mengetahui bahwa beberapa bunga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan.

    melati: demam dan sakit kepala, sesak napas, mata merah karena sakit mata.
    teratai: muntah, diare, darah tinggi, disentri
    bunga matahari: darah tinggi, rematik, sakit gigi, nyeri lambung
    kamboja: bengkak, bisul
    cempaka: bronkhitis, batuk, demam

    di tengah banjir yang tengah melanda ibu kota ini, sumbangan obat-obatan sangat diperlukan. Karena itu, daripada buang-buang uang beli bunga untuk ***** tercinta (kata terlarang buat gw yang udah karatan jadi jomblo) dan cuma bertahan 3 hari terus dibuang, mendingan disumbangin ke korban banjir buat dijadiiin obat. Murah meriah, dapet pahala, pula.

    Comment by manusia kere — February 6, 2007 @ 8:24 am

  5. halo bang (versi india: wads up dude!)

    di tgh2 kesibukan membuat LTB journal saya sempatkan wkt saya yg berharga utk menulis komen di blog anda (sebenarnya lage males lanjut…), anyway saya mengharapkan honor yg setimpal utk komentar saya yg sgt berharga, bisa dibayar cash tunai kontan tanggung kredit utank piutank acc. receivable acc. payable etc etc mana saja yg anda mau saya tdk milih2 kok

    Comment by cuma-org-lewat — February 8, 2007 @ 2:18 pm

  6. maaf kesalahan teknis blm selesai nulis keteken submit comen, jadi saya lanjut lage di bawahnya ok?

    saya kagum dgn komen2 berkualitas dan berintelegensia dari manusia kere dan martin, mereka memberi ide dari perspektif yg luar biasa (sama kaya “luar biasa” di SLB) berhubunk saya kasian entar pemilik blog ini dibilank temen2nya “luar biasa” semua yahh mendink saya kasi komen yg berkualitas

    kembali ke masalah bunga…. saudara martin memberi ide bunga digunakan buat kuburan ama kambing dan saudara kere memberi ide bunga utk dijadikan obat bunga… ide yg cukup menarik tapi tdk efisien karena BUNGA MAHAL TAUKKK!!! coba saja liat daftar bunga2 yg dijual smu pas valentine plg murah $25…. saya merasa agak beruntunk menjadi jomblo selama ** tahun

    jadi menurut saya satu2nya cara menolonk saudara2 kita yg tertimpa banjir (benjol donk?) adalah dgn memberi kursus berenang… ga perlu yg susah macam gaya kupu2 ato punggung cukup yg sederhana gaya kodok ato anjink ato yg plg gmpg, gaya batu jadi singkatnya cukup pasrahkan diri sewaktu di air tak perlu meronta2 karena menurut hukum fisika viskositas air lebih besar drpd berat manusia (hah?) jadi anda akan mengapunk dgn sendirinya….. gaya yg sgt mudah dipelajari bahkan utk anak dgn IQ minus 50

    Karena saya sudah kehabisan kata2 dan harus lanjut bkin tugas yg due tomorrow!!! saya haturkan komentar saya dgn segala kerendahan hati dan jiwa (kalo kerendahan “itu” namanya hernia) asalamulaikum hibaratullah hibarakatuh amen

    Comment by cuma-org-lewat — February 8, 2007 @ 2:30 pm

  7. Everytime I visit this weblog, I become more excited than before. I have found one other person whose idea is far beyond that of normal persons. Mentioning about swimming course to help flood casualties, Cuma_Orang_Lewat has brought up a very contributive issue and suggestion to help those people pratically. This is a very surprising discovery for me, as Cuma_Orang_Lewat was not in Cognitare Business Competition. Yet, his thoughtful idea is able to touch my intellectuality.

    I am looking forward to reading more contribution from this Cuma_Orang_Lewat. In the future, I am certain that more creative persons will emerge.

    Regards,

    Gue Peng

    Comment by Gong Gue Peng — February 10, 2007 @ 6:30 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.