Selamat Siang.
Ya, tumben2 saya isi blog haram ini pada siang hari. Abis, mau gimana lagi. Saya lagi stuck belajar intro econs, subyek yang seharusnya mudah dimengerti dan menyenangkan (kata authornya sih gitu).
Oleh sebab itu, saya hendak membuat review masakan yang saya santap pada hari kamis malem bersama martin.
Jadi gini, pas kamis malem itu, kami para bujang ini menghadapi tuntutan alam berupa rasa lapar. Didorong keinginan luhur untuk isi perut, kami menjelajah singapura di kala malam untuk menunaikan kewajiban mulia ini.
Pergilah kami ke arah Sim Lim square untuk makan di food court. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Food Court Sim Lim udah tutup. Padahal waktu itu baru pk. 21.00 waktu singapura. tepatnya, udah banyak yg tutup.
Alhasil, pergilah kami kembali mengeksplorasi jalanan di waktu malam.
1. Tadinya kami mau mencicipi para pedagang freelance yang menjajakan “Kepiting Cabe”. Begitu melihat harganya yg notabene 2 digit, kaburlah kami ketakutan.
2. Bugis Street menjadi alternatif yg potensial. Namun, penuhnya jalanan itu menyebabkan kami mengurungkan niat. Sumpek, sesek, bunyi kantong kresek, haduh deh..batal lagi..
3. Raja Burger. Terpesona oleh stall Burger King yg terletak di depan The Bencoolen, kami udah mau makan di tempat itu. Sayangnya, jiwa nasionalis kami melarang diri mengikuti westernisasi dengan makan kentang.
4. Bagai dituntun tangan tak terlihat (invisible hand — Smith, Adam. 1776. Wealth of Nation.) kami sampai juga di Bugis Junction. Tempat pertama yg hendak dikunjungi adalah tak lain dan tak bukan…Jeng Jeng Jeng… food court. Aje gile…Masi rame ampe pk 9.25,,wow dah.
Trauma dengan mahalnya nasi campur, saya memutuskan untuk mencicipi makanan lain. Pilihan yg ada sangatlah sempit. Akhirnya, kami memutuskan untuk mencoba makanan oriental berupa “Nasi Gerabah” (Claypot Rice). Detail as follows:
Cuisine Name: Kungpao Chicken Claypot Rice
Price: SGD 4.20
Place to buy: Particularly in Bugis Junction Food Court
Portion: Quite satisfactory. Equals to construction worker’s need
Notable characteristic of this cuisine: Watch out for “Gosongan”
Accompaniment: Light soya sauce, fried onion, sliced chilies, DRINKS
Description: Being an oriental food, this claypot rice reflects a very distinctive style of cooking: SALTY… Imagine you eat a bunch of salt along with a bottle of soya sauce. That was the only thing on my mind back then.
<I need to use Indonesian after all…>
Gila, ini makanan macem apa? Rasa cuma asin sama kecap. Porsi boleh dahsyat..rasa kayak encrit. Saya rasa, ownernya telah membuat kesalahan. Ga perlu koki spesial buat masak ini benda. Cukup ongseng2 nasi, garam, kecap, micin. Letakkan nasi kocok haram ini di claypot “made in Tangerang” dan sajikan pada konsumen. Engkong2 darah tinggi yang makan ini bisa memperpendek nyawanya dan segera pindah ke rumah masa depannya di tanah kusir. aje gile asinnya..
Gosongannya belum dimention: banyak banggetz. Emang sih, resiko makan claypot rice adalah gosongan yang merajalela. Akan tetapi, banyak banget gitu.
Kuingat kamis malamku,
bersama teman kusantap nasi gerabah,
kubayangkan mendapat sedap di lidah,
tak tahunya, hanya ingin kumeludah.
Nasi gerabah,
kau memang unik dan renyah..
tapi, harus kukatakan,
“ini cuma asin, nyonyahhh”.
Nasi gerabah..
Memakanmu adalah keputusan yg salah..
kau memang renyah…
tapi,,tetap saja kuingin menyumpah..
Please, excuse my behaviour..To create this poem is my calling,,to depict my pain is what I wish to do…
Most importantly, kenapa gw begitu eneg makan nasi gerabah ini?
Jawabannya terletak pada ibu2 yg begitu penuh kasih menyayangi anaknya.
Gimana nyayangnya?
Gini: anaknya ditaroh di atas meja makan depan gw, dengan pede nan asih itu ibu2 buka tasnya, cuci tangan pake antis, dan mengoprek2 anaknya.
Gimana oprek2nya?
Gini: anaknya punya pampers dibuka, lalu pantat bayi halus lembut nan mulusnya dielus…penuh kehangatan cinta.. moreover, ga cuma pantat yg dielus..kelamin bayi jantan itu juga dirawat..dilap ampe merata..
gila,,gimana ga ilang napsu makan gw.
Ya sudahlah, ini bisa jadi bahan referensi gimana gw kudu merating review makanan ini.
Introducing: PRS – Pampers Rating System: the more, the worse.
Rating of this cuisine: 2 pampers.
Thanks,
Contributor.
powered by performancing firefox
bwakakakkakakakaakaka mati daahhh gw ngakakkkkkk!!!!
Comment by sylv — February 10, 2007 @ 7:54 am
Wpmu$anchor$basketball Betting,final Four,final Four Betting,final Four Gambling,final Four Sports Book,final Four Sportsbook,march Madness,march Madness Betting,march Madness Gambling,march Madness Sports Book,march Madness Sportsbook,ncaa,ncaa Bett…
Wpmu$anchor$basketball Betting,final Four,final Four Betting,final Four Gambling,final Four Sports Book,final Four Sportsbook,march Madness,march Madness Betting,march Madness Gambling,march Madness Sports Book,march Madness Sportsbook,ncaa,ncaa Bettin…
Trackback by Wpmu$anchor$basketball Betting,final Four,final Four Betting,final Four Gambling,final Four Sports Book,final Four Sportsbook,march Madness,march Madness Betting,march Madness Gambling,march Madness Sports Book,march Madness Sportsbook,ncaa,ncaa Betting,n — March 9, 2008 @ 3:13 pm